Inklinasi sumbu rotasi bumi terhadap bidang edarnya sebesar 23,5 derajat dan revolusinya mengelilingi matahari mengakibatkan perubahan musim. Akibat kemiringan ini, matahari tampak melintas lebih tinggi atau lebih rendah dilangit pada waktu yang berbeda sehingga mengakibatkan perbedaan panjang siang dan malam. Pada tanggal 21 Juni matahari bersinar vertikal didaerah tropik Cancer. Tanggal ini disebut titik balik musim panas dari belahan bumi utara. Demikian juga dengan tanggal 22 Desember matahari bersinar secara vertikal didaerah tropik Capricornus. Ini menandai datangnya titik balik musim panas dibelahan bumi bagian selatan dan musim dingin pada belahan bumi utara. 21 Maret dan 22 September adalah 2 hari dimana siang dan malam berlangsung sama ketika matahri bersinar vertikal diatas garis ekuator pada sinag hari. Kejadian ini disebut Equinoks.
Cuaca bergantung pada temperatur, angin, awan, hujan, dan salju. Cuaca merupakan fenomena yang kompleks serta hasil dari kombinasi panas, kelembapan,d an pergerakan angin yang senantiasa berubah. Lapisan atmosfer terbawah disebut troposfer dan selalu bergerak terus-menerus dan berubah akibat tidak ratanya penyebaran sinar matahari dan cahaya antara kutub dan khatulistiwa. Ini menyebabkan terjadinya perubahan cuaca. Sebagai contoh, cuaca yang normal terjadi bila terdapat area yang bertekanan tinggi dan udara yang dapat masuk kedalamnya. Dengan kata lain, perubahan cuaca yang umum diarea yang bertekanan rendah dimana udara dapat naik keatas. Tekanan rendah yang ekstrem dapat menyebabkan badai, angin topan, dan hujan yang sangat lebat.